Contact online

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label BELAJAR FISIKA. Show all posts
Showing posts with label BELAJAR FISIKA. Show all posts

Thursday, May 8, 2014

Belajar Rumus Fisika Lengkap / Usaha

Subbab ini akan menjelaskan tentang usaha.
 W = F \times S
 W = \int F dx = \int m v {\operatorname{d}v\over\operatorname{d}x} = \int m v dv
Keterangan:
  • W = usaha (newton meter atau Joule)
  • F = gaya (newton)
  • S = jarak (meter)
Usaha yang dilakukan oleh pegas:
 W = \frac {1}{2} \times k \times x^2
Keterangan:
  • W = usaha (newton meter atau Joule)
  • k = konstanta pegas (Newton/m2)
  • x = pertambahan panjang pegas (meter)

Belajar Rumus Fisika Lengkap / Gaya dan Tekanan

Gaya

Gaya dalam pengertian ilmu fisika adalah seseatu yang menyebabkan perubahan keadaan benda.

Hukum Newton

Hukum I Newton

Setiap benda akan tetap diam atau bergerak lurus beraturan apabila pada benda itu tidak bekerja gaya.
 \Sigma F = 0

Hukum II Newton

Bila sebuah benda mengalami gaya sebesar F maka benda tersebut akan mengalami percepatan.
 \Sigma F = m \times a
Keterangan:
  • F : gaya (N atau dn)
  • m : massa (kg atau g)
  • a : percepatan (m/s2 atau cm/s2)

Hukum III Newton

Untuk setiap gaya aksi, akan selalu terdapat gaya reaksi yang sama besar dan berlawanan arah.
 F_{AB} = - F_{BA}

Gaya gesek

 F_{g} = \mu \times N
Keterangan:
  • Fg : Gaya gesek (N)
  •  \mu  : koefisien gesekan
  • N : gaya normal (N)

Gaya berat

 w = m \times g
Keterangan:
  • W : Gaya berat (N)
  • m : massa benda (kg)
  • g : gravitasi bumi (m/s2)

Berat jenis

 s = \rho \times g atau  s = \frac {w} {V}
Keterangan:
  • s: berat bersih (N/m3)
  • w: berat janda (N)
  • V: Volume oli (m3)
  •  \rho : massak kompor(kg/m3)

Tekanan

 p = \frac {F} {A}
Keterangan:
  • p: Tekanan (N/m² atau dn/cm²)
  • F: Gaya (N atau dn)
  • A: Luas alas/penampang (m² atau cm²)
Satuan:
  • 1 Pa = 1 N/m² = 10-5 bar = 0,99 x 10-5 atm = 0,752 x 10-2 mmHg atau torr = 0,145 x 10-3 lb/in² (psi)
  • 1 torr= 1 mmHg

Tekanan hidrostatis

p_{\text{h}} = \rho\,\! \times g \times h
p_{\text{h}} = h \times s
Keterangan:
  • ph: Tekanan hidrostatis (N/m² atau dn/cm²)
  • h: jarak ke permukaan zat cair (m atau cm)
  • s: berat jenis zat cair (N/m³ atau dn/cm³)
  • ρ: massa jenis zat cair (kg/m³ atau g/cm³)
  • g: gravitasi (m/s² atau cm/s²)

Hukum Pascal

Tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan sama besar ke segala arah.
 \frac {F_{\text{2}}} {A_{\text{2}}} = \frac {F_{\text{1}}} {A_{\text{1}}}
Keterangan:
  • F1: Gaya tekan pada pengisap 1
  • F2: Gaya tekan pada pengisap 2
  • A1: Luas penampang pada pengisap 1
  • A2: Luas penampang pada pengisap 2

Hukum Boyle

 {V_{\text{1}}} \times {P_{\text{1}}} = {P_{\text{2}}} \times {V_{\text{2}}}

Literatur

Belajar Fisika Lengkap / Kalor

Kalor adalah bentuk energi yang berpindah karena perubahan suhu (Δt).

Kalor

Rumus:
Q=m\times c \times\Delta\! t
Q=C\times\Delta\! t
C=m\times c
dengan ketentuan:
  • \!Q = kalor yang diterima suatu zat (Joule)
  • \!m = massa zat (Kilogram)
  • \!c = kalor jenis zat (Joule/kilogram°C)
  • \Delta\!t = perubahan suhu (°C) → (t2 - t1)

Kalor Lebur dan Uap

Kalor lebur
\!Q=\!m\times\!L
Kalor uap
\!Q=\!m\times\!U
dengan ketentuan:
  • \!L = Kalor lebur zat (Joule/kilogram)
  • \!U = Kalor uap zat (Joule/kilogram)

Hukum Kekekalan Kalor

Asas Black
\!Q_{terima}=\!Q_{lepas} Asas Black : Jumlah kalor yang diterima sama dengan jumlah kalor yang dilepas.

Kapasitas kalor

Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan oleh benda untuk menaikkan suhunya 1°C.
Rumus kapasitas kalor:
\!H=\frac{Q}{\Delta\!t}

\!H=\frac{\!m\times\!c\times\Delta\!t}{\Delta\!t}

\!H=\!m\times\!c
dengan syarat:
  • \!H = Kapasitas kalor (Joule/°C)

Belajar Fisika Lengkap / Energi

Subbab ini akan membahas tentang berbagai macam energi, diantaranya energi mekanik, energi potensial, dan energi kinetik.

Energi mekanik

Energi mekanik adalah jumlah dari energi potensial dan energi kinetik.
 E_m = E_p + E_k

Energi potensial

Energi potensial adalah energi yang dimiliki suatu benda karena memiliki ketinggian tertentu dari tanah. Energi potensial ada karena adanya gravitasi bumi. Dapat dirumuskan sebagai:
 E_p = m \times g \times h
Keterangan:
  • Ep: Energi potensial (J)
  • m: massa benda (kg)
  • g: percepatan gravitasi (m/s2)
  • h: tinggi benda dari permukaan tanah (meter)

Energi kinetik

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki suatu benda karena geraknya. Energi kinetik dipengaruhi oleh massa benda dan kecepatannya.
E_k = \frac{1}{2} \times m \times v^2
Keterangan:
  • Ek: Energi kinetik (J)
  • m : massa benda (kg)
  • v : kecepatan benda (m/s)

Energi kinetik pegas

E_k = \frac{1}{2} \times k \times x^2
Keterangan:
  • Ek: Energi kinetik pegas (J)
  • k : konstanta pegas (N/m²)
  • x : perpanjangan pegas (m)

Energi kinetik relativistik

E_k = (\gamma-1) E_0 = (\gamma-1) m_0c^2

Wednesday, May 7, 2014

Belajar Fisika Lengkap / Pemuaian

Muai panjang

Rumus:
\!L_{t}=\!L_{0}(\!1+\alpha\times\Delta t)
  • \!L_{t} = panjang akhir (m, cm)
  • \!L_{0} = panjang awal (m, cm)
  • \alpha = koefisien muai panjang (/°C)
  • \Delta t = perbedaan suhu (°C)

Muai volume

Rumus:
\!V_{t}=\!V_{0}(\!1+\gamma\times\Delta\!t)
Keterangan:
  • \!V_{t} = volume akhir (m3, cm3)
  • \!V_{0} = volume awal (m3, cm3)
  • \gamma = \!3\alpha = koefisien muai volume (/°C)
  • \Delta t = selisih suhu (°C)

Muai luas

Rumus:
\!A_{t}=\!A_{0}(\!1+\beta\times\Delta t)
Keterangan:
  • \!A_{t} = luas akhir (m2, cm2)
  • \!A_{0} = luas awal (m2, cm2)
  • \beta = \!2\alpha = koefisien muai luas (/°C)
  • \Delta t = selisih suhu (°C)

Search This Blog